Pelayanan Kesehatan yang Komprehensif

Written by Dr. Aji Hoesodo

I. Pendahuluan

Sejalan dengan perkembangan waktu pada saat ini pengetahuan, kebutuhan dan kesadaran masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sudah menjadi semakin mendalam, semakin baik dan semakin besar.

Dari pengamatan yang seksama perihal Pelayanan Kesehatan tersebut terlihat bahwa bersamaan dengan makin dimengertinya masalah pelayanan kesehatan dengan baik, disisi lain penyalahgunaan atau “fraud” juga menjadi semakin berkembang dan semakin canggih dan biaya untuk Jaminan Pelayanan Kesehatan ini cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan:

1. Inflasi sektor kesehatan yang besarnya 15 – 30% yang lebih besar dari inflasi umum / keuangan dan pemanfaatan peralatan kedokteran canggih dalam menunjang penegakan  diagnosis serta harga obat yang tak terkendali.

2. Biaya Jaminan Pelayanan Kesehatan ini juga meningkat karena bertambahnya usia harapan hidup dan bergesernya pola hidup bangsa Indonesia menyebabkan bergesernya pola penyakit dari penyakit infeksi menjadi penyakit degeneratif seperti penyakit tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke dan lain-lain. Penyakit ini bersifat khronis sehingga membutuhkan biaya yang lebih besar dibanding penyakit infeksi.

Untuk itu mengatasi hal tersebut diatas sudah saatnya masalah Pelayanan Kesehatan itu ditangani lebih professional yaitu dengan Management Pelayanan Kesehatan yang baik yang bersifat menyeluruh dan komprehensif.

Berdasar pengalaman yang telah kami lewati dan berhasil kami laksanakan pada nasabah-nasabah kami untuk membantu mereka dapat mengatasi permasalahan dalam pembiayaan untuk pelayanan kesehatan bagi karyawan, berikut kami coba untuk jabarkan sebagai pedoman:

1.  Apa yang dapat kami lakukan.

2.  Waktu yang dibutuhkan.

3.  Hasil yang bisa didapat.

II.  Apa yang dapat kami lakukan.

Sesuai dengan bidang keahlian kami maka dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan biaya pelayanan kesehatan bagi karyawan kami dapat membantu dengan mempersiapkan Pelayanan Kesehatan yang bersifat menyeluruh dan komprehensif yang secara garis besar dapat dibagi menjadi sebagai berikut:

2.1. Perencanaan Jaminan Kesehatan.

Apabila kita berencana untuk memberikan suatu Jaminan Kesehatan pada misalnya: Karyawan Perusahaan, sebelum diputuskan bentuk, luas, caranya dan hal lain yang terkait ada beberapa hal yang kiranya perlu dipertimbangkan terlebih dahulu termasuk juga segala konsekwensinya yang terkait.

2.2. Luas Jaminan Kesehatan

Terdiri atas:

2.2.1.  Jaminan Rawat Inap,

2.2.2.  Jaminan Rawat Jalan,

2.2.3.  Jaminan Gigi,

2.2.4.  Jaminan Melahirkan,

2.2.5.  Jaminan Kacamata,

2.2.6.  Jaminan Kesehatan lainnya.

2.3.    Sistem Pelayanan Kesehatan

Dapat dibedakan menjadi:

2.3.1.  Pelayanan Kesehatan reimbursement penuh,

2.3.2.  Pelayanan Kesehatan dengan provider penuh,

2.3.3.  Pelayanan Kesehatan dengan provider tertentu,

2.3.4.  Pelayanan Kesehatan dengan limit maksimum,

2.3.5.  Kombinasi dari bentuk pelayanan yang ada diatas.

2.4.    Komputerisasi Pelayanan Kesehatan

Untuk mempermudah administrasi dalam memberikan Pelayanan Kesehatan perlu kiranya ada dukungan komputerisasi, namun bentuk dukungan ini sangat variatif dan sangat bergantung pada kebutuhan.

2.5.  SDM Pelayanan Kesehatan

Untuk agar supaya Pelayanan Kesehatan dapat berjalan dengan mulus dan memenuhi kebutuhan pengguna jasanya diperlukan tenaga kerja yang professional dibidang ini dan memenuhi jam terbang tertentu sehingga kinerjanya dapat diandalkan.

2.6.  Pengembangan Teknologi Pelayanan Kesehatan

Program Pelayanan Kesehatan yang telah berjalan dengan cukup baik, perlu kiranya tetap dipikirkan dan ditindak lanjuti proses pengembangan sehingga akhirnya Perusahaan atau Lingkungan tersebut dapat menjalankan program Pelayanan Kesehatannya yang telah dibuat sesuai dengan kondisi real pada saat ini.

2.7.  Up-dating yang berkesinambungan

Sebagaimana cabang dalam keahlian lainnya, disini kami juga mempersiapkan pengembangan Pelayanan Kesehatan yang berkesinambungan. Secara periodik berkaitan dengan pengembangan Pelayanan Kesehatan berkesinambungan akan kami lakukan dengan menghubungi klien-klien kami.

III.  Waktu yang dibutuhkan

Dalam merubah paradigma serta kebiasaan dari para peserta yang umumnya telah terbiasa dengan “kebebasan berobat” dan biasanya juga sudah bertahun-tahun tentunya kami harus berhati-hati didalam menerapkan kebijakan-kebijakan yang mempunyai tujuan untuk bisa karyawan, keluarganya serta pensiunan dari suatu perusahaan itu menggunakan hak berobat serta menggunakan dana kesehatan yang disediakan perusahaan dengan efektif, efisien serta berubahnya paradigma berobat dan badan sehat mereka.

Dimasa mendatang sebagai hasil akhir akan kita dapati masyarakat yang berusia panjang, berbadan sehat, sejahtera dan dapat menikmati masa tuanya dengan bahagia bebas dari penyakit kronis.

Oleh karena itu kami berharap agar setiap nasabah kami mau membuat komitmen untuk menjalankan upaya bersama ini tidak kurang dari 5 (lima) tahun.  Hal ini dimaksud agar kinerja kami dapat dinilai hasilnya dengan melihat perubahan yang terjadi dalam masyarakatnya.

Dengan waktu yang cukup panjang ini kami gunakan untuk bisa menuntun setiap peserta untuk dapat dengan sendirinya mengerti dengan mendalam, jelas, gamblang dan dengan baik serta mematuhi semua perubahan didalam pelayanan kesehatan ini.

IV.    Hasil / Oportuniti yang bisa didapat

Analisa kami atas pengalaman yang telah kami lalui bersama dengan para nasabah kami yang berkomitmen untuk melaksanakan kerjasama dengan kami ini secara menyeluruh terlihat adanya beberapa fase dalam pelaksanaan pengendalian biaya kesehatan di perusahaan. Fase-fase tersebut adalah sebagai berikut:

1.  Cost cutting.

Dalam tahun pertama biasanya bisa diperoleh reduksi biaya pengobatan sampai dengan 20 %, hal ini dapat terjadi karena antara lain:

- Penyalahgunaan biaya berobat,

- Jumlah pengambilan obat yang berlebih,

- Harga obat yang tidak terkendali, dll.

2.  Implementasi aturan berobat secara baik dan benar serta perubahan-perubahan yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi perusahaan.

Dengan diberlakukannya kembali semua aturan pengobatan perusahaan dengan baik dan benar maka akan terlihat bahwa dengan berjalannya waktu terjadi penyimpangan dari aturan main awal tanpa terasa menyesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing individu yang terkait. Semua aturan akan dikaji kembali kemudian diluruskan serta sesuai dengan aturan perusahaan dan aturan medis sehingga pesrta tidak dirugikan haknya. Perubahan/perbaikan disini dapat memberi kontribusi penekanan biaya 10%.

3.  Promotif dan Preventif serta implementasinya dalam aturan perusahaan.

Kalau kita lihat secara garis besar, penyakit itu bisa dibedakan atas 2 bagian yaitu:

a.  Penyakit akut.

Penyakit dalam kelompok ini seperti: Batuk Pilek, Diare, dll.

b.  Penyakit kronis.

Penyakit dalam kelompok ini contohnya: Sakit Jantung Koroner, Sakit Darah Tinggi, Sakit Kencing Manis, dll.

Dari segi pembiayaan pengobatan penyakit, penyakit kelompok Khronis merupakan penyakit yang akan sangat membebani perusahaan karena biayanya besar serta akan berkesinambungan. Namun penyakit dalam kelompok khronik ini ternyata dapat dicegah sehingga kita dapat terhindar dari menderita penyakit khronis ini. Upaya-upaya untuk menghindari diri dari menderita sakit ini dikelompokan dalam upaya Promotif dan Preventif. Kalau dilihat dari biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan khususnya untuk pembiayaan pengobatan kelompok pensiunan maka secara sederhana bila kelompok Pensiunan jumlahnya 10 % dari keseluruhan peserta, biaya kesehatannya besarnya 50% dari total biaya kesehatan tahunan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.

4. Perubahan gaya hidup.

Kalau butir 1,2,3 diatas sudah diikuti dengan baik dan benar sebagai hasil akhir akan diperoleh masyarakat yang pada masa aktif bekerja selalu dalam keadaan sehat dan pada saat pension tetap sehat dan tidak menderita penyaklit khronis serta dapat menikmati hari tuanya dengan bahagia bersama anak dan cucunya.

 

Advertisement

Online Chat

comes_onweb

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Your IP: 54.91.35.130

Contact

CORRESPONDENCE
Alamanda Tower lt 17 AB,
Thamrin Residences,
Jl. Thamrin Boulevard
Jakarta 10340

CALL :
TEL / FAX:  (021)7522698

CONTACT :
Email : ahoesodo@gmail.com
YM : ahoesodo@yahoo.com

Maaf, tidak melayani konsultasi hukum online